IF YOU WANT, YOU CAN

MAKALAH MEDIA AUDIO VISUAL DAN ANIMASI SERTA PENGEMBANNYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pada awal abad ke-21 ini perkembangan ilmu teknologi informasi dan komunikasi semakin kompleks dari abad-abad sebelumnya. Hampir di semua kegiatan menggunakan dari berbagai ragam teknologi seperti dalam komunikasi jarak jauh dengan menggunakan media handphone, iklan menggunakan media elektronik atau internet, berniaga melalui internet dan yang lebih penting dalam dunia edukasi seperti proses pembelajaran yang tak luput dari penggunaan komputer dan internet.
Salah satu contoh dari proses pembelajaran yaitu pelajaran matematika yang kita kenal dalam proses transfer ilmunya yang sebelumnya bersifat abstrak untuk kemudian menjadi konkret. Media dalam hal ini berperan penting dalam pembelajaran matematika untuk mengubah pemikiran siswa yang sebelumnya abstrak atau khayal menjadi konkret atau nyata. Pada makalah kami kali ini ala membahas salah satu bentuk media dalam pembelajaran matematika, yaitu media audio-visual dan animasi dalam pembelajaran matematika.

B.     Tujuan Pembelajaran
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian audio-visual dan animasi.
2.      Jenis-jenis Media audio-visual dan animasi dalam pembelajaran matematika.


3.      Untuk mengetahui fungsi media audio-visual dan animasi dalam pembelajaran matematika.
4.      Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan media audio-visual dan animasi dalam pembelajaran matematika.

C.    Masalah Yang Diuraikan
Adapun masalah yang diuraikan dalam makalah ini adalah :
1.      Apakah pengertian audio visual dan animasi?
2.      Apa sajakah jenis-jenis media audio visual dan animasi dalam pembelajaran matematika?
3.      Bagaimanakah fungsi media audio visual dan animasi dalam pembelajaran matematika?
4.      Apa sajakah kelebihan dan kelemahan media audio visual dan animasi dalam pembelajaran matematika?

D.    Manfaat Penulisan
Dasar-dasar penilaian pendidikan dan evaluasi pembelajaran matematika memberikan manfaat kepada berbagai pihak dalam beberapa hal :
1.      Mahasiswa sebagai calon guru
Memberi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa sebagai calon guru mengenai media audio visual dalam pembelajaran matematika, sehingga nantinya jika menjadi guru, media audio visual akan menjadi salah satu pilihan dalam terapan pembelajaran matematika.
2.      Bagi guru
Bagi guru dengan memberikan informasi bahwa dengan media audio visual dan animasi, siswa akan lebih mudah mengerti pelajaran yang diberikan. Contohnya dengan bentuk presentasi Microsoft Power Point. Dengan bentuk presentasi Power Point siswa akan lebih mudah mengingat poin-poin penting dari pelajaran yang diberikan.



















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Audio-Visual dan Animasi
1.      Audio-Visual
Media pembelajaran sangat beraneka ragam. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Cukup banyak jenis dan bentuk media yang telah dikenal dewasa ini, dari yang sederhana sampai yang berteknologi tinggi, dari yang mudah dan sudah ada secara natural sampai kepada media yang harus dirancang sendiri oleh guru. Dari ketiga jenis media yang ada yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran, bahwasanya media audio-visual adalah media yang mencakup 2 jenis media yaitu audio dan visual.
Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis Media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yaitu Media Audio dan Media Visual.
Sedangkan Dale (1969:180)[1] mengemukakan bahwa bahan-bahan audio-visual dapat memberikan banyak manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran.
Menurut (Harmawan, 2007)[2] mengemukakan bahwa “Media Audio Visual adalah Media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi) meliputi media yang dapat dilihat dan didengar)”.


Jika dilihat dari perkembangan Media Pendidikan, pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat Bantu guru (teaching aids). Alat Bantu yang dipakai adalah alat Bantu visual misalnya gambar, model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkret, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Namun sayang, karena terlalu memusatkan perhatian pada alat Bantu visual yang dipakainya orang kurang memperhatikan aspek disain, pengembangan pembelajaran (instruction) produksi dan evaluasinya.
Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar pertengahan abad ke-20, alat visual untuk mengkonkretkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal adanya alat audio-visual atau Audio-Visual Aids (AVA). “Alat Bantu Dengar” seperti : Video Tape, Televisi dan Gambar Hidup (biocope). Akan tetapi media bukan hanya menjadi alat Bantu guru atau seseorang pendidik lainnya, media mempunyai banyak manfaat bagi semua orang untuk mendapatkan informasi yang sedang berkembang dan mempermudah manusia menerima pesan dari mana pun.
Konsep pengajaran visual kemudian berkembang menjadi audio-visual aids pada tahun 1940. Istilah ini bermakna sejumlah peralatan yang dipakai oleh para guru dalam menyampaikan konsep, gagasan, dan pengalaman yang ditangkap oleh indera pandang dan pendengaran. Penekanan utama dalam pengajaran audio-visual adalah pada nilai belajar yang diperoleh melalui pengalaman konkret, tidak hanya didasarkan atas kata-kata belaka. Perkembangan berikutnya adalah munculnya gerakan audio-visual communication yang terjadi pada tahun 1950-an.
Pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat Bantu audiovisual, sehingga selain sebagai alat Bantu media juga berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Sejak saat itu alat audio-visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau media. Teori ini sangat penting dalam penggunaan media untuk kegiatan program-program pembelajaran. Menurut seorang ahli komunikasi dan media pendidikan Rudy Breatz media pendidikan mempunyai ciri utama dan memiliki 3 unsur pokok yaitu : Suara, Visual dan gerak.
Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis, kemudian lahir teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanis dan elektronis untuk tujuan pembelajaran. 
2.      Animasi
Kata animasi diambil dari kata animation; to animate, dan apabila kita lihat dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia artinya kurang lebih adalah hidup atau menghidupkan. Jadi kurang lebih definisinya adalah menghidupkan segala macam benda atau obyek mati seolah-olah terlihat hidup bila dinikmati. Arti kehidupan disini bukan berarti memberi nyawa yang merupakan hak Tuhan, akan tetapi karena animasi itu adalah ilusi sebuah kehidupan walaupun sekarang ini pengertian animasi telah melebar hingga memiliki pengertian segala sesuatu yang mempunyai elemen gerak namun sekali lagi elemen gerak animasi adalah ilusi.
Animasi merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan. Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata penonton sehingga tidak harus perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi sebagai makna dari istilah ‘gerakan’. Perubahan seperti perubahan warna pun dapat dikatakan sebuah animasi.

B.       Jenis-jenis Media Audio-Visual dan Animasi dalam Pembelajaran Matematika
Karakteristik media Audio-Visual adalah memiliki unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua yaitu media audio dan visual. (Miarso: 1986,34)[3]. Media Audio-Visual terdiri atas :
1.      Audio-visual Diam
Yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti :
a.       Film bingkai suara (sound slide) adalah suatu film berukuran 35 mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci tersebut dari karton atau plastik. Sebagai suatu program film bingkai sangat bervariasi. Panjang pendek film bingkai tergantung pada tujuan yang ingin dicapai dan materi yang ingin disajikan. Ada program yang selesai dalam satu menit, tapi ada pula yang hingga satu jam atau lebih. Namun yang lazim, satu film bingkai bersuara (sound slide) lamanya berkisar antara 10-30 menit.
Dilihat dari ada tidaknya rekaman suara yang menyertainya, program film bingkai bersuara termasuk dalam kelompok media Audio-Visual sedangkan program tanpa suara termasuk dalam kelompok media visual.
Gabungan slide (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis sistem multimedia yang paling mudah diproduksi. System multimedia ini serba guna, mudah digunakan dan cukup efektif untuk pembelajaran perorangan dan belajar mandiri. Jika didesain dengan baik, sistem multimedia gabungan slide dan tape dapat membawa dampak yang dramatis dan tentu saja dapat meningkatkan hasil belajar.
Media pembelajaran gabungan slide dan tape dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasikan atau mendorong lahirnya respon emosional. 
b.      Slide bersuara merupakan sesuatu inovasi dalam pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit (mengkonkritkan sesuatu yang bersifat abstrak). Dengan menggunakan slide bersuara sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat menyebabkan semakin banyak indra siswa yang terlibat ( visual, audio). Dengan semakin banyaknya indra yang terlibat maka siswa lebih mudah memahami suatu konsep (pemahaman konsep semakin baik). Slide bersuara dapat dibuat dengan menggunakan gabungan dari berbagai aplikasi komputer seperti: power point, camtasia, dan windows movie maker. Slide bersuara memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
• Gambar yang diproyeksikan secara jelas akan lebih menarik perhatian.
• Dapat digunakan secara klasikal maupun individu.  Isi gambar berurutan, dapat dilihat berulang- ulang serta dapat diputar kembali, sesuai dengan gambar yang diinginkan.
• Pemakaian tidak terikat oleh waktu.
• Gambar dapat didiskusikan tanpa terikat waktu serta dapat dibandingkan satu dengan yang lain tanpa melepas film dari proyektor.
• Dapat dipergunakan bagi orang yang memerlukan sesuai dengan isi dan tujuan pemakai.
• Sangat praktis dan menyenangkan.
• Relatif tidak mahal, karena dapat dipakai berulang kali.
• Pertunjukan gambar dapat dipercepat atau diperlambat.
b. Film Rangkai bersuara (Film Strip)
2.      Audio-visual Gerak
Yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti :
a.       Film suara
Film sebagai media audio-visual adalah film yang bersuara. Slide atau filmstrip yang ditambah dengan suara bukan alat audio-visual yang lengkap, karena suara dan rupa berada terpisah, oleh sebab itu slide atau filmstrip termasuk media audio-visual saja atau media visual diam plus suara. Film yang dimaksud di sini adalah film sebagai alat audio-visual untuk pelajaran, penerangan atau penyuluhan. Banyak hal-hal yang dapat dijelaskan melalui film, antara lain tentang : proses yang terjadi dalam tubuh kita atau yang terjadi dalam suatu industri, kejadian-kejadian dalam alam, tata cara kehidupan di Negara asing, berbagai industri dan pertambangan, mengajarkan sesuatu keterampilan, sejarah kehidupan orang-orang besar dan sebagainya. Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar mengajar. Ada 3 macam ukuran film yaitu 8 mm, 16 mm dan 35 mm. Jenis pertama biasanya untuk keluarga, tipe 16 mm tepat untuk dipakai di sekolah sedang yang terakhir biasanya untuk komersial. Bentuk yang lama biasanya bisu. Suara disiapkan tersendiri dalam rekaman yang bisanya terpisah. Sebuah film terdiri dari ribuan gambar. Film yang baik adalah film yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam hubungannya dengan apa yang dipelajari. Oemar Hamalik (1985:104)[4] mengemukakan prinsip pokok yang berpegang kepada 4-R yaitu : “ The right film in the right place at the right time used in the right way”. 
b.      Video / VCD
Video sebagai media Audio-Visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bias bersifat fakta maupun fiktif, bias bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Media video Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
Kelebihan video : Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat
Dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis
Ø  Menghemat waktu
Ø  Bisa mengamati lebih dekat objek yang sedang bergerak
c.       Film Televisi
Selain film, televisi adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara Audio-Visual dengan disertai unsure gerak. Dilihat dari sudut jumlah penerima pesannya, televisi tergolong ke dalam media massa.
Selain sebagai media massa, kita mengenal adanya program Televisi Siaran Terbatas (TVST) atau Closed Circuit Television. Pada TVST sebagai suatu system distribusi TV, alat pengirim dan alat penerima secara fisik dihubungkan dengan kabel. Hubungan itu bisa antara sebuah kamera dan alat penerima di dalam ruang yang sama, bisa pula beberapa kelas dihubungkan dengan satu sumber ruang yang sama, sehingga penonton serentak dapat mengikuti program yang disiarkan.
Oemar Hamalik (1985 : 134)[5] mengemukakan : “Television is an  electronic motion picture with con joinded or attendant sound; both picture and sound reach the eye and ear simultaneously from a remote broadcast”. Definisi tersebut menjelaskan bahwa televisi sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Maka televisi sebenarnya sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan.
d.      Film Gelang (Loop Film)
Dilihat dari segi keadaannya, media audiovisual dibagi menjadi :
Ø  Audiovisual Murni yaitu unsur suara maupun unsur gambar berasal dari suatu sumber seperti film/video audio cassette.
Ø  Audiovisual tidak murni yaitu unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder.
Dan dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi, Pertama, media dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah siswa yang banyak dalam waktu yang sama. Kedua, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti, film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat tertutup dan gelap. 

C.      Fungsi Media Audio-Visual dan Animasi dalam Pembelajaran Matematika
Fungsi Media dalam pembelajaran matematika Media dalam konteks komunikasi memiliki fungsi yang sangat luas yakni sebagai berikut :
1. Fungsi edukatif, memberikan pengaruh yang bernilai pendidikan, mendidik siswa dan masyarakat untuk berpikir kritis, memberi pengalaman yang bermakna, serta mengembangkan dan memperluas cakrawala berpikir siswa.
2. Fungsi sosial, memberikan informasi autentik dalam berbagai bidang kehidupan dan konsep yang sama pada setiap orang sehingga dapat mempeluas pergaulan,pengenalan,pemahaman tentang orang,adat istiadat dan cara bergaul.
3. Fungsi ekonomis, dengan menggunakan media pendidikan pencapaian tujuan dapat dilakukan dengan efisien, penyampaian materi dapat menekan sedikit mungkin penggunaan biaya,tenaga, serta waktu tanpa mengurangi efektivitas dalam pencapaian tujuan.
4. Fungsi budaya, memberikan perubahan-perubahan dalam segi kehidupan manusia, dapat mewariskan dan meneruskan unsur-unsur budaya dan seni yang ada di masyarakat.
Menurut Winataputra (Arindawati,2004:47-48)[6], Bahwa media pembelajaran berfungsi sebagai berikut :
1.  Untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang lebih efektif
2.  Media pembelajaran sebagai bagian yang integral dari keseluruhan proses pembelajaran
3. Media pembelajaran dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan dan isi pembelajaran.
4. Hiburan dan memancing perhatian siswa 
5. Untuk mempercepat proses belajar dalam menangkap tujuan dan bahan ajar secara cepat dan mudah.
6. Meningkatkan kualitas belajar mengajar.
7. Media pembelajaran meletakkan dasar-dasar yang konkrit dalam menghindari terjadinya penyakit verbalisme. 


D.      Kelebihan dan Kelemahan Audio-Visual dan Animasi dalam Pembelajaran Matematika
Beberapa Kelebihan atau kegunaan media Audio-Visual pembelajaran sama dengan pengajaran Audio-visual yaitu:
Ø  Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka)
Ø  Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:
a. Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model.
b. Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar.
c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi.
d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
e. Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.
f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar, dan lain-lain.
Media audio visual bisa berperan dalam pembelajaran tutorial.
Pengajaran audio-visual juga mempunyai beberapa kelemahan yang sama dengan pengajaran visual, yaitu :
Ø  Terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio-visual sebagai alat Bantu guru dalam mengajar. 
Ø  Media audio visual cenderung menggunakan model komunikasi satu arah.
Ø  Media audio-visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karena media audio-visual cenderung tetap di tempat.

E.     Rangkuman
1.      Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis Media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yaitu Media Audio dan Media Visual. Sedangkan animasi diambil dari kata animation; to animate, dan apabila kita lihat dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia artinya kurang lebih adalah hidup atau menghidupkan.
2.      Jenis-jenis media secara umum terdiri atas dua yaitu, audio-visual diam dan audio-visual gerak.
3.      Terdapat beberapa fungsi dalam media audio-visual antara lain fungsi edukatif, sosial, ekonomis, dan budaya.
4.      Media audio-visual memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan di antaranya:
a.       Kelebihannya yaitu, memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis dan mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera.
b.      Kelemahannya yaitu, terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio-visual sebagai alat bantu guru dalam mengajar, media audio visual cenderung menggunakan model komunikasi satu arah, dan media audio-visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karena media audio-visual cenderung tetap di tempat.

F.     Tugas Diskusi
Bagaimana peranan media audio-visual dan animasi dalam membantu siswa memahami pelajaran khususnya mata pelajaran matematika?

G.    Soal-soal
1.      Jelaskan media audio-visual yang anda ketahui !
2.      Jelaskan pengertian animasi !
3.      Sebutkan dan jelaskan beberapa jenis media audio-visual !
4.      Sebutkan fungsi media audio-visual dalam pembelajaran matematika !
5.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan audio-visual murni dan berikan contohnya !
6.      Jelaskan apa yang dimaksud audio-visual tidak murni dan berikan contohnya !
7.      Sebutkan dan jelaskan yang termasuk ke dalam audio-visual gerak !
8.      Tuliskan kelebihan media audio-visual yang anda ketahui !
9.      Tuliskan kelemahan media audio-visual yang anda ketahui !
10.  Berikan pendapat anda tentang penggunaan media audio-visual dalam pembelajaran matematika !



BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis Media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yaitu media audio dan media visual.
Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan yang antara lain,memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis dan kelemahan pada media audio-visual adalah terlalu menekankan pada penguasaan materi dari pada proses pengembangannya.
Media sebenarnya akan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan meskipun banyak kekurangan yang ada di dalamnya.
Maka diharapkan kekreatifitasan guru dalam memilih media mana yang lebih cocok untuk diterapkan dalam kelas. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah materi yang akan disampaikan, situasi kelas dan sarana prasarana.
B.       Saran
Sebagai seorang calon guru hendaknya kita mengetahui media – media yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi yang akan kita sampaikan, salah satunya adalah media audio-visual. Diharapkan kita juga tidak hanya mengetahuinya tapi kita juga harus bisa memanfaatkannya dengan baik dan tepat guna.



DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Avivah, Aviani Nur. 2012. Makalah Media Audio Visual. http://avianinuravivah.blogspot.com/2012/11/makalah-media-audio-visual.html. Akses 12 Maret 2014
Iqbal, Muhammad. 2012. Pengertian Animasi. http://muhammadiqbalm.wordpress.com/2012/08/08/pengertian-animasi/. Akses 13 Maret 2014
Fazriah, Robiatul. 2011. Media Audio Visual. http://robiatulfazriah.blogspot.com/2011/05/media-audio-visual.html. Akses 12 Maret 2014
Sudjana, dkk. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sundayana, Rostina. 2013. Media Pembelajaran Matematika. Bandung:Alfabeta
Wijaya, Uni. 2010. Penggunaan Media Dalam Pembelajaran. http://yuni-wijaya.blogspot.com/2010/05/penggunaan-media-dalam-pembelajaran.html. Diakses 13 Maret 2014
Yendhiar. 2012. Peranan Audio Visual Dalam Pembelajaran Matematika. http://yendhiar.blogspot.com/2012/05/peranan-media-audiovisual-dalam.html. Diakses 13 Maret 2014


 


[1]Dale (1969:180)
[2]Harmawan (2007)
[3]Miarso (1986:34)
[4]Oemar Hamalik (1985:104)
[5]Oemar Hamalik (1985 : 134)

[6]Arindawati (2004:47-48)
Share on Google Plus

About di-am.blogspot.com

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment